Tugas 1
Nama : A. Firman Gani
Kelas : A5
Nim : 13020190240
Kasus 1
· Jelaskan kronologi kasusnya.
Pencurian dan penggunaan account internet milik orang lain
Dunia perbankan dalam negeri juga digegerkan dengan ulah Steven Haryanto,
yang membuat situs asli tetapi palsu layanan perbankan lewat Internet BCA.
Lewat situs-situs “Aspal”, jika nasabah salah mengetik situs asli dan masuk ke
situs-situs tersebut, identitas pengguna (user ID) dan nomor identifikasi
personal (PIN) dapat ditangkap. Tercatat 130 nasabah tercuri data-datanya,
namun menurut pengakuan Steven pada situs Master Web Indonesia, tujuannya
membuat situs plesetan adalah agar publik memberi perhatian pada kesalahan
pengetikan alamat situs, bukan mengeruk keuntungan.
·
Jelaskan kapan terjadi.
Di bandung pada tahun 2001
·
Jelaskan perangkat digital apa saja yang
digunakan baik yang dilakukan untuk tindakan kejahatan, atau yang jadi korban.
Perangkat digital yang digunakan pelaku
laptop atau pc, korban menggunakan handphone
·
Jelaskan dampak dari kejahatan tersebut.
Dampak dari kejadian ini adalah kerugian bagi nasabah dan pihak bank,
karena informasi pribadi termasuk akses untuk memasuki website tersebut dapat
diakses orang lain.
Kasus 2
· Jelaskan kronologi kasusnya.
Penyerangan
terhadap jaringan internet KPU
Jaringan internet di Pusat Tabulasi Nasional Komisi Pemilihan Umum sempat
down (terganggu) beberapa kali. KPU menggandeng kepolisian untuk mengatasi hal
tersebut. “Cybercrime kepolisian juga sudah membantu. Domain kerjasamanya
antara KPU dengan kepolisian”, kata Ketua Tim Teknologi Informasi KPU, Husni
Fahmi di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng , Jakarta Pusat (15 April
2009).
Menurut Husni, tim kepolisian pun sudah mendatangi Pusat Tabulasi Nasional KPU di Hotel Brobudur di Hotel Brobudur, Jakarta Pusat. Mereka akan mengusut adanya dugaan kriminal dalam kasus kejahatan dunia maya dengan cara meretas. “Kamu sudah melaporkan semuanya ke KPU. Cybercrime sudah datang,” ujarnya. Sebelumnya, Husni menyebut sejak tiga hari dibuka, Pusat Tabulasi berkali-kali diserang oleh peretas.” Sejak hari lalu dimulainya perhitungan tabulasi, samapai hari ini kalau dihitung-hitung, sudah lebuh dari 20 serangan”, kata Husni, Minggu(12/4). Seluruh penyerang itu sekarang, kata Husni, sudah diblokir alamat IP-nya oleh PT. Telkom. Tim TI KPU bias mengatasi serangan karena belajar dari pengalamn 2004 lalu. “Memang sempat ada yang ingin mengubah tampilan halaman tabulasi nasional hasil pemungutan suara milik KPU. Tetapi segera kami antisipasi.”
· Jelaskan
kapan terjadi.
Di Jakarta Pusat pada tanggal 15 April 2009.
·
Jelaskan perangkat digital apa saja yang
digunakan baik yang dilakukan untuk tindakan kejahatan, atau yang jadi korban.
Perangkat yang digunakan laptop dan pc
·
Jelaskan dampak dari kejahatan tersebut.
Kasus di atas memiliki modus untuk mengacaukan proses pemilihan suara di KPK. Motif kejahatan ini termasuk ke dalam cybercrime sebagai tindakan murni kejahatan. Hal ini dikarenakan para penyerang dengan sengaja untuk melakukan pengacauan pada tampilan halaman tabulasi nasional hasil dari Pemilu.
Sumber:
Oleh: Nawayatamara
https://eptik9.wordpress.com/2018/05/22/contoh-kasus-cyber-crime-dan-penyelesaiannya/
Komentar
Posting Komentar